Beranda

Jl. Diponegoro 203
Ungaran 50512

(024) 6921053 / 6921055 Fak: (024) 692 2146

Beranda

Written by Poris
Category:

Alokasi anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipangkas atau dirasionalisasi, berdasarkan kesepakatan hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Hal ini disampaikan Sekretaris DPRD Kabupaten Semarang, Bangun Prasetyo.

Total anggaran yang dipangkas dalam Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2018 tersebut mencapai Rp 26,512 miliar, beberapa anggaran yang dirasionalisasi diantaranya operasional UPTD Pembibitan Ternak Unggul Mulyorejo di Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan dirasionalisasi sebesar Rp 1,538 miliar, rehab rumah dan betonisasi Rp 465,6 juta dan pemberian stimulan pembangunan desa Rp 60 juta, anggaran bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebesar Rp 3 miliar, anggaran rekening lampu penerangan jalan umum di Dinas Pekerjaan Umum juga dirasionalisasi sebesar Rp 5 miliar, dan anggaran siswa miskin SD sebesar Rp 6,372 miliar dan bantuan siswa miskin SD sebesar Rp 3.067.500.000.

Written by Poris
Category:

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Semarang mengelar Rapat Paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2018, Jumat (29/9/2017).

Acara yang di hadiri oleh Bupati Semarang dr. H. Mundjirin ES, Sp. OG didampingi oleh Wakil Bupati beserta para kepala OPD, Ketua DPRD Semarang H. Bambang Kusriyanto, BSc di dampingi Wakil Ketua DPRD H. Asof, SE, Suradi, SH  dan Joni, SH beserta 38 anggota DPRD serta Forkompimda dan Tamu Undangan.

Paripurna ini merupakan hasil akhir dari rapat-rapat yang telah dilakukan oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran, maka pada paripurna ini dilakukanlah penandatangan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2018.

Sekretaris DPRD Drs. S. Bangun P membacakan Laporan Badan Anggaran yang diantaranya merekomendasikan kepada Bupati Semarang untuk menata penempatan gedung kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ada tiga Kantor OPD yang menjadi perhatian yakni Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar).

Kantor DLH yang saat ini berada satu komplek dengan Kantor Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag), diminta untuk dipindah dan menempati Gedung Pasar Ikan Higienis (PIH) di Langensari Ungaran Barat, Kantor DLH kemudian dimanfaatkan menjadi Kantor Kesbangpol, sedangkan Kantor Satpol PP dan Damkar bertukar tempat dengan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan Ki Sarino Mangunpranoto.

Written by Poris
Category:

Pada Rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Semarang Kamis (28-9-2017)  yang membahas Evaluasi Gubernur terhadap Raperda tentang Perubahan APBD TA. 2017 dengan TAPD, dengan salah satunya membahas supaya eksekutif menyelesaikan seluruh proyek yang telah ditetapkan di APBD dikerjakan tepat waktu dan juga tidak ingin pengerjaan dilakukan secara sembarangan karena mengejar batas waktu pengerjaan.

Banggar DPRD memberi saran kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Semarang tidak menerbitkan surat perintah kerja (SPK) melebihi tanggal 15 Oktober 2017.

Kusulistyo, SH anggota Badan Anggaran menjelaskan pembatasan waktu itu agar pelaksanaan pekerjaan fisik di APBD Perubahan tahun 2017 cukup waktu dan tidak tergesa-gesa supaya kualitasnya tidak jelek. "Misalnya waktu pelaksanaan pekerjaan dua bulan atau 60 hari, jika SPK diterbitkan 15 Oktober maka batas akhir pekerjaan sudah 15 Desember 2017. Itu berarti sudah tutup kas".

Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto menambahkan, ingin OPD melaksanakan proyek fisik yang telah dianggarkan di APBD Perubahan, tepat waktu. Selama ini alasan klasik yang disampaikan eksekutif ke legislatif terkait molornya pelaksanaan pekerjaan, karena hal-hal administrasi.

Written by Poris
Category:

Anggota DPRD Kabupaten Semarang dibuat kaget kemarin, disebabkan Proses rekrutmen sumber daya manusia (SDM) pada RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran dalam tes penerimaan pada dua RSUD badan layanan umum daerah (BLUD) itu tidak mengacu pada metode computer assisted test (CAT).

Pada Tahun 2016 sudah diajukan tapi belum dilaksanakan, di tahun 2017 diajukan ulang dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang telah menyepakati melakukan perekrutan dengan metode CAT, untuk menghindari titipan, calo, ataupun jual beli lowongan kerja. Pada Hasil Rapat Banggar DPRD sepakat menggunakan sistem CAT, tetapi ternyata tidak dilaksanakan oleh rumah sakit, tiba-tiba diumumkan BLUD sudah menunjuk perguruan tinggi di Kota Semarang serta telah membuka pendaftaran 11 September 2017.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mempertanyakan seleksi untuk mengisi tenaga kerja baru di BLUD RSUD Ambarawa dan Ungaran yang tidak menggunakan BKN. "Kesepakatannya dahulu seleksi pegawai baru BLUD memakai sistem CAT (computer assisted test), dan jika CAT maka tentu menujunya ke BKN," ujarnya.

"Dulu, sempat menggunakan jasa perguruan tinggi tersebut saat tes Sekdes (Sekretaris Desa) belum lama ini dan bermasalah saat pelaksanaan tes hingga pengumuman. Jadi, kami mengantisipasi hal tersebut," tambah Ketua DPRD.