Beranda

Jl. Diponegoro 203
Ungaran 50512

(024) 6921053 / 6921055 Fak: (024) 692 2146

Beranda

Written by Poris
Category:

Pelajari Pelaksanaan E-Goverment, DPRD Semarang Berguru di TomohonKomisi A DPRD Kabupaten Semarang dipimpin Suradi SH MH,  Wakil Ketua DPRD Semarang bersama 9 anggota lainnya serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait berkunjung ke DPRD Tomohon.

Rombongan diterima Sekretaris Komisi A DPRD Tomohon Djemmy J Sundah SE,  didampingi James Kojongian ST dan eksekutif terdiri dari Sekretaris DPRD Franaiskus Fedinand Lantang SSTP, Kepala Inspektorat Ir Djoike Karouw MSi,  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ir Nova Rompas,  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Max Mentu SIP,  Staf Ahli Dra Lilly Solang,  Kabag Hukum Denny Mangundap SH,  Kabag Umum Syske Wongkar SPd dan staf instansi terkait lainnya.

Written by Poris
Category:

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang telah menyetujui keenam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Semarang. dimana sejak hari Rabu (12/7/2017) dilakukan pembahasan enam Rancangan Peraturan Daerah melalui pembentukan 4 (empat) Panitia Khusus DPRD berakhir kamis (20/7/2017) yang berlangsung alot. Persetujuan tersebut diakui setelah pimpinan sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Suradi, SH mengetok palu, Jum’at (21/7/2017) siang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang dalam rangka menanggapi hasil pembahasan enam buah Rancangan Peraturan Daerah setelah mendengarkan hasil laporan Pansus.

Written by Poris
Category:

Banyak aset pemerintah Kabupaten Semarang berupa pasar dan pujasera yang saat ini ditinggalkan oleh pedagang. Seperti di lantai 2 Pasar Ambarawa, Pujasera Pasar Suroboyo di Ambarawa, Pujasera Alun-alun Kalirejo dan diberbagai lokasi pasar lainnya.

Kios yang dibiarkan ini berdampak pada pendapatan daerah dari retribusi pasar. DPRD Kabupaten Semarang mendesak agar Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM menertibkan kios yang saat ini dibiarkan oleh pedagang dan digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Written by Poris
Category:

Baru beberapa hari beroperasi, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor I Semarang Tawang-Bawen menuai kritik.

Kritik ini datang dari Komisi C DPRD Kabupaten Semarang yang melihat sebagian besar fasilitas halte atau shelter BRT aglomerasi ini justru melanggar hak para pejalan kaki.

"Kami apresiasi kehadiran BRT ini, tetapi menurut kami sebagian besar halte atau shelter BRT masih berada di lahan trotoar. Posisinya pun tidak menjorok ke belakang," kata Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Joko Sriyono, Minggu (10/7/2017) siang.